Selasa, 27 Desember 2016

Hajriyanto : MDMC dan Lazismu Bagaikan Dua Keping Mata Uang

JAKARTA- Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) hari ini telah berkembang dengan maju dan sangat pesat sehingga menjadi lembaga penanggulangan becana terbesar di Indonesia di luar milik pemerintah. Hal itu diungkapkan Hajariyanto Y Thohari, Ketua PP Muhamamdiyah ketika ditemui redaksi muhammadiyah.id, Jum’at (23/12).

Mantan wakil ketua MPR RI periode 2009-2014 ini menjelaskan bahwa kemajuan MDMC didukung oleh dua faktor yang menjadi dasar gerakannya selama ini yakni faktor Ideologis dan faktor organsisasi Muhamamdiyah yang sudah merata di seluruh Indonesia.

“Secara ideologis MDMC ini merupakan kelanjutan langsung dari ideologi PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem), jadi penerus spirit PKO-nya KH Ahmad Dahlan itu MDMC, penerus ideologi Al-Maun-nya  KH Ahmad DAhlan itu MDMC, walhasil MDMC adalah kegiatan dan gerakan Muhammadiyah yang paling otentik,” paparnya.

Kedua, MDMC didukung oleh faktor organsisasi Muhamamdiyah yang sudah merata di seluruh Indonesia. “Maka MDMC sangat cepat dan sangat lancar dalam membentuk satuan-satuan tugas pertolongan karena didukung oleh faktor infrastruktur Muhammadiyah dari pusat, wilayah, daerah, cabang, ranting, dan juga amal usaha Muhammadiyah terutama di bidang kesehatan dan pendidikan” lanjut Hajri.

Dalam penanggulangan bencana, Hajriyanto menambahkan,  peran MDMC juga didukung oleh Lazismu yang selain mempunyai tugas tunggal, yakni menghimpun zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf. juga menyediakan pendanaan bagi kegiatan-kegiatan MDMC.

Menurutnya MDMC merupakan ujung tombak yang melakukan aksi-aksi dan bantuan pertolongan di lapangan sementara Lazismu sebagai penyedia dana dalam mendukung akifitas tersebut. 

“Walhasil MDMC dan Lazismu seperti dua keping mata uang, Lazismu sebagai penyedia dana sekaligus merupakan motor yang menghimpun dana itu dari zakat, infaq, shadaqah dan MDMC adalah ujung tombak yang bekerja di lapangan dari tahap tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi,” jelas Hajriyanto.

Hajriyanto juga berharap, ke depannya MDMC tidak perlu dan bahkan tidak diperbolehkan mencari dana, demikian juga Lazismu tidak perlu melaksanakan program tetapi bekerja tunggal menghimpuan zakat infaq dan shadaqah, sehingga pada 2017-2018 pembagian kerja dan tugas Lazismu dan MDMC akan menjadi kongkrit. 

Sumber : muhammadiyah.or.id

Busyro Muqoddas Sampaikan Persoalan Kekinian Bangsa pada Kajian Ahad Pagi

YOGYAKARTA – Menurut Busyro Muqoddas, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Indonesia pada dasarnya merupakan “taman surga” yang telah diberkahi oleh Allah dengan limpahan Sumber Daya Alam (SDA).

Namun, situasi yang terjadi saat ini hasil dari SDA tersebut tidak sepenuhnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. “SDA yang berlimpah tersebut saat ini hanya dinikmati oleh segelintir orang saja yang memiliki kekuasaan,” ujar Busyro, Ahad (25/12) dalam acara Kajian Rutin Ahad Pagi yang digelar di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan mengangkat tema "Menggali Hikmah dari Persoalan Kekinian Bangsa".

Sedangkan, dalam Al-Quran surah Al-A’raf ayat 10 telah disebutkan bahwa Allah telah menempatkan kamu sekalian (umat manusia) di muka bumi dengan penghidupan, namun amat sedikitlah umat manusia bersyukur.

“Ketidak bersyukuran umat manusia di Indonesia saat ini dapat dilihat dari semakin besarnya angka korupsi yang terjadi di berbagai sektor di Indonesia,” terang Busyro.

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut memaparkan, dari data tahun 2014 aliran dana korupsi di Indonesia telah mencapai 227,75 triliun rupiah. Dari aliran dana korupsi tersebut angka yang paling tinggi yaitu bersumber dari pertambagan, dengan angka korupsi mencapai 23,89 triliun rupiah.

“Dengan angka korupsi tersebut, Indonesia saat ini berada di peringkat ketujuh negara terkorupsi di dunia, berdasarkan data pada tahun 2003 hingga 2014,” ujar Busyro.

Uang haram tersebut, menurut Busyro bukan lah berasalah dari upaya kerja keras, dan kerja cerdas para elit-elit bangsa. “Para pelaku korupsi tersebut seharusnya malu dengan pekerja buruh, yang dalam hidupnya mengamalkan prinsip kerja keras dan kerja cerdas dalam mencari nafkah,” ucapnya.

Sumber : muhammadiyah.or.id

Muhadjir : Muhammadiyah Terus Berupaya Tawarkan Sistem Pendidikan Alternatif

JAKARTA– Tahun 2016 menjadi salah tahun cemerlang bagi Muhammadiyah, karena di tahun ini banyak kemajuan yang diraih oleh Muhammadiyah terutama dalam bidang pendidikan, baik pada level perguruan tinggi, dasar menengah maupun sektor pendidikan anak usia dini atau PAUD.

Hal tersebut disampaikan Muhadjir Effendi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ketika ditemui redaksi Muhammadiyah.or.id di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62 Jakarta, Jum’at (23/12).

“Muhammadiyah sudah bergeser tidak lagi terlalu terkonsentrasi kepada peserta didik dari keluarga yang tidak mampu, karena itu memang sekarang sudah diambil alih oleh negara,” papar Muhadjir.

Menurut Muhadjir yang juga Ketua Pimpinan PusatMuhammadiyah tersebut, Muhammadiyah harus bergeser posisinya dalam menawarkan sistem pendidikan yang sifatnya alternatif, baik alternatif untuk sekolah negeri maupun untuk sekolah swasta yang lain.

“Maka dituntut adanya branded dari Muhammadiyah, dan ini kita pacu sehingga Muhammadiyah bukan lagi tempat untuk menampung orang-orang yang tidak mampu yang tidak mendapatkan akses pendidikan secara baik, tetapi menjadi pilihan dari masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan yang memang memiliki taste seperti yang ditawarkan oleh Muhammadiyah,” pungkasnya.

Meski demikian Muhadjir bependapat bahwa Muhammadiyah tetap akan memberikan ruang yang cukup untuk keluarga-keluarga yang tidak mampu dalam mengakses pendidikan yang baik.

“Tetap dilayani oleh sekolah Muhammadiyah mungkin melalui pendidikan gratis atau subsidi silang dengan siswa-siswa yang lain yang kebetulan ditakdirkan oleh tuhan menjadi kalangan keluarga yang mampu,” tutup Muhadjir. 

Sumber : muhammadiyah.or.id

Siap Bersaing Dengan Media Online Mainstream, MPI PP Muhammadiyah Luncurkan Menara62.com

JAKARTA - Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah meluncurkan portal menara62.com.

Peluncuran kanal tersebut resmi diluncurkan Jum’at (23/12), di Aula KH. Ahmad Dahlan Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62 Jakarta.

Peluncuran yang dilakukan ba’da shalat jumat itu dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Muhadjir Effendy dan juga jajaran Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah diantaranya Prof. Dadang Kahmad, Hajriyanto Y. Thohari, Dr. Anwar Abbas serta Sekretaris Umum Dr. Abdul Mu'ti.

Imam Prihadiyoko pemimpin redaksi menara62.com dalam sambutannya  mengatakan bahwa Muhammadiyah memiliki potensi yang besar dalam penguasaan media.

“Ada harapan besar bahwa menara62.com menjadi portal berita terbesar di Indonesia mengalahkan detik.com dan kompas. Salah satu yang istimewa dari menara62.com adalah sistem portal berbayar dan berharap pada satu semester akan tercatat 100.000 register”, kata Imam.

Pada kesempatan yang Muchlas MT, Ketua MPI PP Muhammadiyah berharap dengan adanya portal berita ini maka dapat memberikan kontribusi kepada Muhammadiyah.

“Kami juga berhadap semua elemen dapat membantu media ini sehingga menjadi kebanggan persyarikatan”, pungkasnya.

Wakil Rektor I UAD Yogyakarta ini menambahkan Portal ini nantinya akan memanfaatkan jaringan Muhammadiyah seluruh indonesia sebagai modal untuk bersaing dengan portal berita nasional lainnya dan itu merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki menara62.com.

Sumber : muhammadiyah.or.id

Din : Umat Islam Saat Ini Belum Tampil Sebagai Tuan di Rumah Sendiri

YOGYAKARTA – Umat Islam di dunia maupun di Indonesia saat ini menurut Din Syamsuddin, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2015 belum mampu menghadirkan kehidupan yang berkemajuan, dan belum mampu menampilkan dinamika kebudayaan, peradaban, sebagaimana telah dilakukan oleh umat Islam pada abad-abad sebelumnya.

“Ketika umat Islam dulu mampu memberikan supermasi peradaban dunia, dan berhasil memberikan penemuan-penemuan mutakhir, baik dalam bidang kesehatan, ekonomi, maupun sosial. Namun hal tersebut tidak lagi ditemukan pada umat Islam saat ini,” ujar Din, Senin (26/12) malam, ketika mengisi Tabligh Akbar dalam rangka Milad Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ke 56 di Islamic Center UAD.

Penyebab dari permasalahan yang ada, menurut Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu tersebut, umat Islam saat ini belum tampil sebagai tuan di rumah sendiri. “Saat ini dalam menghadapi suatu permasalahan, umat Islam kerap menyalahkan pihak-pihak eksternal, namun cobalah untuk muhasabah, koreksi lah diri masing-masing,” ucap Din.

“Jika kita hanya mampu menuduh, maka kita tidak akan pernah bisa membangun diri,” tegas Din.

Padahal menurut Din, jika umat Islam bersatu, pihak-pihak luar tidak akan pernah mampu menggoyahkan kekuatan umat Islam. “Namun sayangnya umat Islam saat ini belum bersatu, yang ada hanya berseteru antar sesama umat Islam,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Din mengajak kepada seluruh warga Muhammadiyah dan umat Islam di Indonesia untuk bersama-sama tampil sebagai umat Islam yang memiliki sumber daya manusia (sdm) yang berkualitas. “Mari bersama-sama kita tingkatkan kualitas diri, dan juga kualitas berfikir, agar kita mampu menjadi umat Islam yang menang,” tutup Din.

Sumber : muhammadiyah.or.id

Sabtu, 01 Oktober 2016

Selamat Tahun Baru Islam



إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Al-Baqarah 2:218)

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kebayoran Lama
mengucapkan

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM
1 MUHARRAM 1438 H

Jadikanlah di hari Tahun Baru Islam ini menjadi hijrahnya kita dari yang buruk ke yang lebih baik dari sebelumnya

#tahunbaruislam #1438H #hijrah #salamaksi5jari #ipmkeblama